![]()
Kutai Timur — Kawasan Folder di Kutai Timur tetap difungsikan sebagai sarana pengendalian banjir, meski saat ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa pengelolaan kawasan ini tidak hanya sebagai penampung air, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan publik di sekitarnya.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, Joni Abdi Setia, S.STP., M.T., menjelaskan bahwa meski fungsi kawasan telah berkembang, peran utama folder sebagai pengendali banjir tetap terjaga.
“Tidak juga, jadi tetap ada pintunya. Folder ini bukan hanya penampung, tapi juga mengatur aliran air. Jika sewaktu-waktu dibuka, air dari luar bisa masuk melimpah. Kalau air dari luar tidak terlalu banyak, pintunya tetap ditutup. Jadi fungsinya tetap ada,” ujar Joni.
Ia menambahkan, perubahan fungsi kawasan Folder menjadi sarana kegiatan masyarakat di dalamnya tidak menghilangkan tujuan awal, melainkan memaksimalkan pemanfaatan area.
“Memang fungsi folder kini berkembang, jadi sekaligus menjadi sarana kegiatan masyarakat. Pengelolaan tetap memperhatikan aspek teknis agar air tetap bisa tertampung dengan baik,” katanya.
Pengelolaan kawasan ini, lanjut Joni, dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat, serta tetap mengacu pada fungsi teknis sebagai pengendali banjir.
“Folder ini diatur sedemikian rupa, agar bisa digunakan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi pengendalian banjir. Semua perencanaan dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara fasilitas publik dan tujuan teknis pengelolaan air,” pungkasnya.

















