![]()
Kutai Timur – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, berupaya terus mendorong peningkatan layanan Pendidikan bagi anak-anak putus sekolah, melalui program Sekolah Kejar Paket (SKB), dan juga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Mulyono mengatakan bahwa program ini merupakan alternatif penting bagi anak-anak yang tidak dapat melanjutkan Pendidikan formal.
Menurut Mulyono, program ini dibentuk untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk tetap mengenyam pendidikan, dan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan yang dapat memenuhi kualitas hidup anak-anak di masa yang akan datang.
“kita akan maksimalkan SKB kita untuk anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah, akan tetapi program ini merupakan Pendidikan non formal, dia paket A,B dan C, dan juga ada pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, ini kita upayakan agar anak-anak Kutai Timur tidak sampai putus sekolah, “ kata Mulyono
Mulyono juga mengatakan meskipun anak-anak mengikuti Pendidikan non formal melalui program SKB dan PKBM, ijazah yang nantinya akan diterima merupakan ijazah yang resmi, sehingga diharapkan nantinya dapat membantu dan mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan nantinya.
“jadi kita punya satu SKB, dan kita juga punya 18 PKBM nah disitu tempat mereka belajar, kalaupun ada anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah, kemudian mengikuti SKB akan tetap menerima Ijazah resmi karena SKB ini kan resmi jadi ijazahnya juga resmi, dan ini bisa dijadikan bekal untuk mencari pekerjaan, karena paket kan resmi juga, “ujarnya
Dengan adanya dua program ini, Mulyono berharap angka anak putus sekolah di Kabupaten Kutai Timur dapat berkurang, dan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Masyarakat Kabupaten Kutai Timur, dengan adanya Program SKB dan PKBM ini, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kutai Timur juga berharap agar Pemerintah dapat berkomitmen dalam meningkatkan kualitas Pendidikan untuk anak-anak di Kabupaten Kutai Timur.

















