![]()
Kutai Timur – PLT Kadi Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Timur memastikan bahwa pelaksanaan proyek jalan strategis di beberapa kecamatan akan dilakukan bertahap hingga tahun 2028. PLT Kadis PU Kutim, Joni Abdi Setia, menyampaikan bahwa jumlah usulan proyek yang sangat banyak membuat pelaksanaannya harus dilakukan secara berjenjang sesuai kemampuan anggaran dan prioritas daerah.
Joni megatakan bahwa sejumlah jalan yang diusulkan merupakan jalur penghubung antar desa dan kecamatan, seperti akses menuju Pantai Perak, jalur Sandaran, Tanjung Lima, Simpang ADM, Rantau Pulung, hingga jalan Batu Balai, Teluk Baru. Beberapa jalan lainnya juga menjadi perhatian, termasuk Simpang Muara Bengalon, Simpang Beruang, dan jalan Sinergi menuju Jembatan Riba.
Joni juga menegaskan bahwa penentuan urutan pengerjaan tidak bisa dilakukan sekaligus, karena banyaknya usulan pengerjaan jalan dalam proyek MYC saat ini.
“pekerjaan besar, jadi pengerjaannya harus bertahap. Sat ini kita targetkan pengerjaannya samapai 2028,” jelasnya.
Menurut Joni, pembangunan jalan merupakan kebutuhan penting masyarakat yang selalu muncul dalam kunjungan kerja yang di lakukan.
“untuk Lokasi tentunya sudah kita tinjau langsung tiap-tiap lokasinya, dan Masyarakat banyak juga yang selalu mengusulkan Ketika adanya kunjungan kerja, “ kata Joni
Joni menambahkan bahwa setiap proyek yang masuk daftar prioritas harus memiliki dampak yang positif bagi Masyarakat, serta bisa memberikan kemudahan untuk Masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
“Kita pilih berdasarkan urgensi dan manfaatnya. Semua tidak bisa sekaligus, tapi akan kita tuntaskan bertahap,” tutupnya.

















