![]()
Kutai Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, menjelaskan bahwa program di tingkat Rukun Tetangga (RT) dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama kategori miskin.
“Kami menghimbau desa agar setiap kegiatan, misalnya acara makan atau snack, dapat melibatkan warga RT. Tujuannya, selain untuk sosialiasi, juga sebagai sasaran program untuk menurunkan angka kemiskinan, khususnya bagi masyarakat miskin,” ujar Basuni.
Selain itu, Basuni menekankan pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak bisa dicover oleh pemerintah daerah atau desa menjadi bagian penting dari program ini. “Kedua, pemenuhan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi, mulai dari penerangan jalan, CCTV, pos kamling, hingga fasilitas air bersih dan tandon. Semua sudah masuk dalam rencana ini untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” jelasnya.
Selanjutnya, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. “Yang ketiga, peningkatan kesejahteraan, misalnya melalui pelatihan penggunaan alat dan perizinan terkait usaha, dengan sasaran peserta adalah warga RT yang kurang mampu atau kategori miskin. Kami pastikan ini bukan sekadar pelatihan formalitas; ada tindak lanjut yang nyata agar masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya,” pungkas Basuni.
Dengan program ini, DPMDes Kutim menegaskan komitmennya untuk menjadikan setiap RT sebagai basis pengembangan ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan. Sinergi antara desa, RT, dan OPD diharapkan mampu menciptakan program yang tepat sasaran serta berdampak positif bagi kesejahteraan warga Kutai Timur.

















