Pengadaan Aset Desa Harus Mengacu TKDN, Honor Pendamping Sesuai Tupoksi

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 22:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa setiap pengadaan aset desa harus mengacu pada prinsip TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan menggunakan produk dalam negeri.

“Pengadaan ini tetap mengacu pada prinsip keadilan dan pemerataan. Jangan sampai anggaran habis untuk hal yang kurang bermanfaat, misalnya membangun gapura, tetapi setiap komponen tujuan harus tetap dialokasikan secara proporsional,” ujar Basuni. Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap penggunaan dana desa memiliki manfaat maksimal dan tepat sasaran.

Terkait tim pendamping yang bertugas di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, Basuni menjelaskan mekanisme pengupahannya. “Jalannya pendampingan di desa menggunakan APBDes. Namun, ketika tugas tersebut melekat sebagai tupoksi di kecamatan atau kabupaten, mereka tidak mendapatkan honor tambahan. Yang diberikan hanya jika ada kegiatan turun lapangan, berupa dana operasional dalam bentuk perjalanan dinas,” jelas Basuni.

Ia menambahkan bahwa sistem pendampingan ini penting agar program desa, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, dapat berjalan efektif. “Pendamping bertugas sebagai katalisator antara kepala desa dengan RT, membantu memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai rencana dan laporan yang dibuat desa akurat. Dengan sistem ini, pelaksanaan program dapat lebih transparan dan akuntabel,” pungkas Basuni.

Dengan mekanisme ini, Basuni berharap pengelolaan dana dan aset desa di Kutai Timur tetap sesuai aturan, memaksimalkan manfaat untuk masyarakat, serta memastikan pendampingan berjalan efektif tanpa menimbulkan beban tambahan bagi pemerintah daerah.

Berita Terkait

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur
Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas
Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk
Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur
Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WITA

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA