![]()
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan bahwa program pembangunan infrastruktur tetap berjalan pada tahun mendatang, meskipun terdapat rencana efisiensi anggaran di beberapa sektor. Hal tersebut disampaikan langsung oleh PLT. Kadis PU Kutim Joni Abdi Setia, yang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, sarana air bersih, dan tempat pembuangan akhir, merupakan pekerjaan berkelanjutan yang bersifat maraton.
Menurut Joni, Pembangunan infrastruktur ini merupakan salah satu proyek strategis yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh seluruh Masyarakat Kutim, jadi meskipun ada efesiensi anggaran Pembangunannya tetap akan di laksanakan.
“iya tentu saja, memang karena infrastrukturnya merupakan proyek strategis, yang bisa dampaknya dirasakan oleh Masyarakat tentunya, jadi meskipun terjadi efesiensi anggaran nantinya tetap akan di laksanakan, “ katanya
“Infrastruktur ini maraton. Pekerjaannya terus berjalan setiap tahun. Prioritas tetap pada proyek strategis yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” sambung Joni
Terkait pembahasan skema multi years (MY), pemerintah saat ini masih menunggu finalisasi dari pembahasan bersama pihak legislatif. Rincian paket pembangunan baru akan terlihat setelah penandatanganan KUA–PPAS 2026. Dalam tahap pembahasan tersebut, beberapa paket bisa bertambah, berkurang, atau mengalami perubahan lokasi.
“nanti kalau sudah fix penandatanganan KUA PPAS 2026, baru bisa kelihatan nama-nama paketnya, karena masih pembahasan, ada paket yang berubah mungkin nanti ada yang berkurang ada juga yang bertambah, “ jelasnya
Joni juga mengatakan bahwa, Dinas PU Kutim telah mengusulkan sekitar 30 paket pembangunan untuk masuk ke dalam skema multi years tahun mendatang. Namun usulan tersebut masih bersifat awal dan akan diputuskan final melalui pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD Kutim.(ADV)

















