![]()
Kutai Timur – Sulisman Kabid Infrastruktur Diskominfo Kabupaten Kutai Timur, juga menanggapi isi terkait gangguan jaringan internet pada Maret 2024, Sulisman memastikan bahwa permasalahan tersebut bukan karena kerusakan jaringan, melainkan miskomunikasi antara Dinas Pendidikan dan Diskominfo.
Sulisman mengataka jika terjadi miskomunikasi antar Dinas mengenai kouta yang akan di anggarkan.
“sebenarnya sih bukan adanya trouble di jaringan ya, tapi memang pada waktu itu salah persepsi, Dinas Kominfo beranggapan bahwa untuk koutanya di anggarkan di Dinas Pendidikan, nah begitupun sebaliknya, jadi sebenarnya ini miskomunikasi aja kurang koordinasi aja, ” jelasnya.
Sulisman memastikan bahwa pada perubahan anggaran berikutnya seluruh kebutuhan internet sekolah telah difasilitasi kembali, termasuk 191 perangkat yang terpasang sejak November serta 36 unit tambahan pada 2025.
“untuk diperubahan ini sudah kita fasilitasi semua baik yang 191ataupun tambahan yang 36 unit ini,” tegasnya.
Sulisman juga mengatakan untuk rencana anggaran tahun depan mengenai tambahan kouta yang akan di laksanakan, menurut Sulisman Diskominfo saat ini masih mendiskusikan dengan Bappeda, BPKAD, dan Dinas Pendidikan apakah anggaran internet sekolah tetap berada di Diskominfo atau dialihkan ke Dinas Pendidikan.
“untuk tahun depan masih kita diskusikan dengan Bapeda, BPKAD, dan Dinas Pendidikan, nah jadi kedepannya nanti apakah anggarannya itu masih di Diskominfo atau beralih atau bergeser ke Dinas Pendidikan, nanti kita tunggu hasil rapat dulu, “ jelas Sulisman
(ADV)

















