![]()
Kutai Timur – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur menyiapkan tiga program utama kerjasama desa untuk tahun 2026. Kabid Kerjasama Desa DPMDes, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa program ini mencakup kerjasama antar desa, kerjasama desa dengan pihak ketiga, serta pembangunan kawasan perdesaan.
Menurut Zainal, dua kegiatan dari tahun sebelumnya tetap berjalan, sementara satu kegiatan sempat tidak dianggarkan karena efisiensi waktu. “Jadi anggarannya tidak masuk ke tempat kami. Tahun depan baru ada tiga kegiatan,” kata Zainal.
Prestasi juga dicatat pada pembangunan kawasan perdesaan. Kecamatan Teluk Pandan dan Sangat Selatan berhasil meraih juara dalam lomba tingkat provinsi di Balikpapan, yang diikuti seluruh kecamatan. Zainal menjelaskan bahwa prestasi ini mendapat ekspos media lokal melalui wartawan Purwijanto.
Meski program dirancang untuk seluruh desa, Zainal mengakui tantangan terbesar adalah anggaran. Tahun depan hanya tersedia Rp 100 juta untuk ketiga bidang ini, jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1 miliar. Pembagian anggaran dialokasikan 25 juta untuk dua kegiatan, dan 50 juta untuk kerja sama antar desa.
Selain itu, program kerjasama desa juga mencakup pendampingan potensi desa, pengelolaan dana CSR perusahaan, hingga kerjasama pendidikan melalui program KKN mahasiswa. Zainal menegaskan, semua program ini bersifat non-APBN sehingga koordinasi dengan pihak ketiga menjadi kunci kelangsungan kegiatan.
DPMDes akan terus mendampingi proses kerjasama, termasuk memfasilitasi MOU dan dokumentasi administrasi. “Meski anggaran terbatas, kami tetap optimalkan program agar manfaatnya sampai ke masyarakat,” ujarnya.

















