Pemkab Kutim Bakal Tingkatkan Kemandirian Desa Melalui Ekonomi Kerakyatan

- Redaksi

Rabu, 6 November 2024 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

KUTAI TIMUR — Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi dengan sifat terbuka, berkelanjutan, dan juga mandiri.

Dalam sistem ini, masyarakat melakukan berbagai kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia.

Masyarakat juga bisa fokus untuk mencukupi kebutuhan sesamanya dan saling bahu membahu menciptakan kemandirian.

Untuk itu, Pemkab Kutim selalu berupaya dan berkomitmen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan mewujudkan kemandirian di desa-desa.

Baca Juga :   Nota Penjelasan Raperda APBD TA 2025 jadi Pembahasan Paripurna ke-19 DPRD Masa Sidang Pertama

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Kutim, Trisno, mengungkapkan ekonomi kerakyatan diwujudkan melalui program pembangunan desa berkelanjutan

Katanya, program ini diluncurkan dengan berfokus utama pada pembangunan objek strategis. Dirancang mendorong desa menjadi unggul dan mandiri dalam jangka 10 tahun.

“Program ini telah dimulai pada tahun 2024 dengan alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar per-desa,” ucapnya di Sangatta, Rabu (6/11/2024).

Baca Juga :   Pemkab Kutim Gelar Tindal Lanjut Hasil Pemeriksaan Pastikan WTP dari BPK Dapat Dipertahankan

Pada tahun 2025, tambah Trisno, estimasi anggarannya bakal ditingkatkan menjadi Rp2 miliar setiap desa.

Peningkatan ini diharapkan mampu memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Dan juga mengembangkan ekonomi masyarakat desa,” tukasnya singkat.

Ditambahkannya, fokus program ini tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kelembagaan ekonomi desa agar lebih berkelanjutan.

Baca Juga :   Pemkab Kutim Kunjungi Peternakan Moderen di Magelang, Sebut Kutim Punya Peluang Sama Besar

Untuk memastikan program berjalan efektif dan sesuai kebutuhan, “Pemkab Kutim melibatkan seluruh pemangku kepentingan desa.” (Adv)

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru