Kadinkes Kutim Upayakan Anggaran Stunting Agar Menyasar Pada Anak-Anak Serta Masyarakat

- Redaksi

Senin, 23 Oktober 2023 - 15:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Program Percepatan Pencegahan Stunting merupakan program prioritas pemerintah yang didukung oleh pimpinan pemerintah pusat, yaitu Presiden dan Wakil Presiden, Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan pemerintah desa yang ada di Indonesia.

Termasuk Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Bahrani akan mengevaluasi serta memperbaiki penggunaan anggaran penanganan stunting dalam tubuh Dinkes Kutim. Hal ini buntut dari kekecewaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap alokasi dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan daerah (APBD) untuk pengentasan stunting yang tidak tepat sasaran.

Padahal telah dijelaskan oleh Kementrian Keuangan Indonesia bahwa prioritas utama atau sasaran dari program pencegahan stunting  adalah Ibu hamil dan anak-anak usia 0-2 tahun atau rumah tanggal dengan seribu hari pertama kelahiran (1.000 HPK). Ini karena kebutuhan akan kecukupan gizi bagi anak-anak adalah sejak masa kehamilan. Sehingga sejak masa kehamilan tersebut, harus dipastikan kondisi kesehatan dan kecukupan nutrisi bagi ibu hamil dan anak dalam kandungannya. Pemantauan kesehatan dan kecukupan gizi ini harus terus dilakukan sampai anak minimal memasuki usia dua tahun, usia lima tahun bahkan sampai dengan menginjak usia remaja. Karena pada masa tersebut sedang terjadi masa pertumbuhan, dimana sangat memerlukan asupan gizi yang memadai.

Baca Juga :   Cetak Pemandu Wisata, Dispar Kutim Gelar Pelatihan Dasar Pemandu Wisata

Namun Program tersebut tidak berjalan dengan mulus, sehingga President Joko Widodo  mengatakan, anggaran penanganan stunting seharusnya lebih banyak dialokasikan untuk pembelian telur, susu, ikan, daging, sayuran, dan lainnya namun dalam pelaksanaannya banyak anggaran terbuang dalam untuk kegiatan-kegiatan rapat.

Saat ditemui, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Bahrani mengatakan akan melakukan perubahan terhadap cara kerja dan sistem penggunaan anggaran stunting agar lebih menyasar pada anak-anak serta masyarakat.

Baca Juga :   Oktober Mendatang, RS Muara Bengkal Akan Beroperasi, Butuh 140 Tenaga Kesehatan

“Saya akan mengarahkan kebijakan berupaya program-program penanganan stunting ini nyampe kepada masyarakat, jangan kita banyak rapat-rapat tapi program tidak menyentuh anak-anak,” kata Bahrani.

Dalam upaya melakukan perubahan ini Bahrani ungkapkan bahwa hal ini menjadi  orientasi baru, dengan melakukan pembaharuan dan evaluasi kerja semua instansi dibawah naungan Dinkes Kutim, mulai dari staff, pihak RS milik daerah, puskesmas, pustu hingga posyandu.

Baca Juga :   Kutai Timur Dapatkan Penghargaan Pembangunan Bidang Pertanian Daerah Pada Penas KTNA 2023

Upaya harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan penurunan angka stunting nasional 14 persen atau hingga 12,83 persen target Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pemenuhan target juga wajib segera kita lakukan karena provinsi target kemarin 12,83 persen, ini menjadi RP besar kita menuju tahun 2024,” ujar Bahrani.(adm)

Berita Terkait

Kutai Timur Bakal Punya Pabrik Amonium Nitrat Inovatif dan Berkualitas di Indonesia
Akreditasi PAUD PNF Terbanyak se Kaltim, Bunda PAUD dan Disdikbud Kutai Timur Raih Tiga Penghargaan dari BAN PAUD PNF Prov. Kaltim
Disdik Adakan Bimtek Pengembangan Aplikasi Learning Management System Untuk Pendidikan Nonformal
Pengukuhan Perempuan Indonesia Maju, Bupati Harap Perempuan Diberi Ruang Yang Adil
Kasmidi Bulang Lepas Peserta Jelajah Bukit Pelangi
Darsafani Upayakan Diskop UKM Kutim Dari Grade B Naik Ke Grade A
Disdikbud Kutim Gelar Bimbingan Teknis Di Samarinda Tentang Perencanaan Berbasis Data
Guna Wujudkan Good Governance, Bupati Kutim Tindaklanjuti Hasil Kegiatan Koordinasi Supervisi Program Pemberantasan Korupsi

Berita Terkait

Kamis, 21 Desember 2023 - 15:16 WITA

Kutai Timur Bakal Punya Pabrik Amonium Nitrat Inovatif dan Berkualitas di Indonesia

Sabtu, 16 Desember 2023 - 16:23 WITA

Akreditasi PAUD PNF Terbanyak se Kaltim, Bunda PAUD dan Disdikbud Kutai Timur Raih Tiga Penghargaan dari BAN PAUD PNF Prov. Kaltim

Senin, 11 Desember 2023 - 05:27 WITA

Disdik Adakan Bimtek Pengembangan Aplikasi Learning Management System Untuk Pendidikan Nonformal

Sabtu, 25 November 2023 - 16:30 WITA

Kasmidi Bulang Lepas Peserta Jelajah Bukit Pelangi

Jumat, 17 November 2023 - 16:40 WITA

Darsafani Upayakan Diskop UKM Kutim Dari Grade B Naik Ke Grade A

Kamis, 16 November 2023 - 18:29 WITA

Disdikbud Kutim Gelar Bimbingan Teknis Di Samarinda Tentang Perencanaan Berbasis Data

Kamis, 16 November 2023 - 16:57 WITA

Guna Wujudkan Good Governance, Bupati Kutim Tindaklanjuti Hasil Kegiatan Koordinasi Supervisi Program Pemberantasan Korupsi

Kamis, 16 November 2023 - 15:18 WITA

Bupati Buka Kegiatan Pengembangan Dan Evaluasi Penanggulangan Tuberkolusis Di Kutai Timur

Berita Terbaru

Kutai Timur

Pengurus PWI Kutim Resmi di Lantik

Kamis, 29 Feb 2024 - 14:39 WITA

Kriminal

Tega!! Satu Keluarga Di Kutim Cabuli Anak Dibawah Umur

Selasa, 20 Feb 2024 - 16:12 WITA

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!