![]()
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 27 PAUD yang beroperasi di wilayah Kutai Timur. Jumlah tersebut dinilai masih perlu diperluas agar pelayanan pendidikan dapat menjangkau seluruh desa.
Ardiansyah menjelaskan bahwa keberadaan PAUD tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga bagian dari indikator keberhasilan pembangunan manusia. Oleh sebab itu, perluasan akses PAUD ke seluruh desa diwajibkan untuk memastikan bahwa anak-anak di daerah terpencil dapat memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan wilayah lainnya. “PAUD itu paling tidak setiap desa kita harapkan ada. Ini menunjukkan salah satu bentuk kesuksesan kita jika desa-desa yang sangat jauh pun bisa mendapatkan layanan PAUD,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan PAUD ke depan juga akan berorientasi pada penyesuaian regulasi, termasuk kebijakan zonasi. Hal ini dilakukan agar penyebaran lembaga PAUD lebih tertata dan sesuai dengan kebutuhan wilayah. “Nanti regulasinya akan lebih menyesuaikan dengan zonasi dan sebagainya. Namun yang jelas, langkah ini harus tetap kita mulai. Pemerataan PAUD menjadi keharusan,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa upaya pemerataan PAUD merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan pendidikan usia dini diyakini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Kutai Timur yang lebih unggul dan berdaya saing. “Yang jelas, kita harus memulai proses ini secara bertahap dan konsisten. Pemerataan layanan PAUD menjadi prioritas agar setiap anak Kutai Timur memiliki kesempatan belajar sejak usia dini,” pungkasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap seluruh desa nantinya dapat memiliki PAUD yang layak, terukur, dan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.

















