![]()
Kutai Timur – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Irma Yuwinda, menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran interaktif sangat bergantung pada ketersediaan jaringan internet dan listrik yang memadai di setiap satuan pendidikan.
“Pembelajaran yang interaktif yang memerlukan digitalisasi sangat tergantung pada jaringan internet maupun listrik yang tersedia di sekolah-sekolah kita yang tersebar di 18 kecamatan. Saat ini, di bidang SD, kami pastikan internet berjalan lancar dan listrik juga tersedia, sehingga proses pembelajaran digital bisa optimal,” ujar Irma.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program digitalisasi juga telah diterapkan di tingkat SMP dengan pendekatan yang berbeda. “Di SMP, pengadaan listrik untuk sekolah menggunakan pola panel surya dengan kapasitas sekitar 10 ribuan. Hal ini memungkinkan seluruh peralatan digital, termasuk perangkat interaktif dan panel phone, dapat digunakan dengan maksimal,” tambahnya.
Irma menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi Disdikbud Kutai Timur untuk memastikan semua siswa mendapatkan akses pembelajaran modern tanpa terkendala fasilitas. “Dengan dukungan listrik dan internet yang stabil, guru dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal, sementara siswa bisa belajar secara interaktif dengan media digital yang tersedia. Ini menjadi prioritas kami untuk meratakan kualitas pendidikan di seluruh kecamatan,” pungkasnya.
Melalui langkah-langkah ini, Disdikbud Kutim berharap semua sekolah, baik SD maupun SMP, dapat menyelenggarakan pembelajaran berbasis digital dengan lebih efektif, mendukung pengembangan kompetensi siswa, serta mempersiapkan generasi yang melek teknologi sejak dini.

















