Banyak Warga Kutai Timur Tidak Taat Pajak PBB, Faizal Rachman: Ini Tantangan Besar bagi Peningkatan PAD

- Redaksi

Sabtu, 11 Mei 2024 - 18:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kutai Timur, Faizal Rachman, menyoroti masalah ketidaktaatan masyarakat terhadap pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurutnya, hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Masih banyak masyarakat di Kutai Timur yang tidak taat pajak, terutama pajak PBB. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD,” kata Faizal.

Baca Juga :   Peringati Hari Guru, Ketua DPRD Kutim Jimmi Singgung Kualitas Tenaga Pengajar di Pelosok

Faizal juga mengungkapkan bahwa banyak tanah yang terdaftar dalam data PBB namun bangunan di atasnya belum tercatat. “Masih banyak masyarakat yang PBB-nya tercatat hanya lahannya saja, tapi bangunannya belum terdata,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa jika potensi pajak PBB ini dimaksimalkan, dampaknya akan signifikan terhadap peningkatan PAD. “Jika di maksimalkan, PAD kita akan mendongkrak,” ujar Faizal.

Baca Juga :   Leni Angriani Sayangkan Dua Ratus Siswa Tidak Bisa Masuk SMA Negeri, Usulkan Beasiswa untuk Siswa SMA Swasta

Oleh karena itu, Faizal mendesak pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk melakukan pendataan ulang potensi pajak PBB. Pendataan yang akurat dan menyeluruh diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh objek pajak, baik lahan maupun bangunan, terdaftar dengan benar.

“Pendataan ulang potensi pajak PBB harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua objek pajak terdata dengan baik,” tegas Faizal.

Baca Juga :   Terminal Bus Kecamatan Kabupaten Kutim Kurang Dimanfaatkan, Jimmy ; Lengkapi Fasilitas

Dengan upaya pendataan ulang dan peningkatan kepatuhan pajak, diharapkan PAD Kabupaten Kutai Timur dapat meningkat, sehingga mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Kalau pembangunan sudah berlansung dengan baik, maka masyarakat dapat dikatakan sejahterah. Karena didukung dengan failitas yang baik.

Berita Terkait

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Joni Abdi Setia: Pekerjaan PU Skala Besar, Isu Penumpukan Proyek Tidak Benar
Disdukcapil Kutim Terapkan Reward Punishment untuk Tingkatkan Disiplin dan Layani Difabel Lewat Loket Khusus
Disdukcapil Kutim Kawal Verifikasi Isbat Nikah di Teluk Pandan
Fraksi PPP: “RPJMD Tanpa Kepemimpinan Sekda Akan Jadi Dokumen Indah Tanpa Jejak”

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:57 WITA

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA